Pages

Saturday, 19 December 2015

Karyaku

Kau hadir tanpa kupinta
Mencapaiku dari lembah dosa
Kau ibarat pelita yang menerangi kegelapan
Membantuku mencari sinaran.

Saatku hilang tempat bergantung
Kau hadir menjadi sandaran
Ibarat penawar dari puncak gunung
Yang menyucikan jiwa dalam keajaiban

Saatku sudah hanyut kau lah penyelamat
Saatku keseorangan kaulah peneman
Saatku jatuh kau mengapaiku
Saatku sesat kau memimpinku

Kaulah teman tidurku
Kaulah bantal pelukku
Kaulah harapan untukku
Kaulah yang menjadi penawar kegelisahanku

Kini semuanya berlalu
Aku seperti berasa kehilangan
Tempatku bersandar semakin rapuh
Aku takut aku rebah kembali

Kelu seribu bahasa ketika bersama
Hilang arah tujuan saat terpisah
Tak pernah zahir di lidah
Zahirnya dihati

Kata2 yg kau ucapkan bagai belati yang tajam
Bisanya berbekas di hatiku
Sakitnya hanya Allah yang tahu
Aku ingin menangis tetapi x terluah

Sungguh aku takut dengan kemungkinan yang hadir
Hatiku berdebar sakitnya x terkata
Sungguh aku ingin semua ini berlalu
Aku tak mampu mengharungi semua ini

Pelbagai cara telah kucuba
Hasilnya tetap sama
Aku masib berasa tersisih
Sungguh aku sedih.

No comments:

Post a Comment